SIROSIS HATI

Penyakit Sirosis Hati 

Sirosis hati merupakan penyakit hati kronis yang sering kita jumpai, penyakit ini adalah kerusakan hati bersifat difus yang ditimbulkan oleh satu atau beberapa faktor penyebab dalam jangka waktu panjang dan berulang. Dalam histopatologi, terdapat kematian sel hati dalam jumlah banyak, pembentukan nodulus regeneratif sel hati, ploriferasi jaringan ikat dan pembentukan jaringan fibrosa, sehingga menyebabkan rusaknya struktur lobulus hati dan terbentuknya lobulus palsu, dan perlahan-lahan hati mengalami perubahan bentuk, mengalami pengerasan dan berkembang menjadi sirosis hati.
Di Negara-negara barat yang maju lebih banyak ditemukan penyakit Sirosis Alkoholik, terhitung lebih dari 2/3 total penderita sirosis hati yang ada. Sirosis hati banyak ditemukan pada usia 35-48 tahun, perbandingan antara penderita pria dan wanita sekitar (3.6-8):1.

Klasifikasi Sirosis Hati

Berdasarkan morfologi Sirosis Hati dapat dibagi menjadi Sirosis Mikronodular, Sirosis Makronodular, Sirosis Campuran, Incomplete Septal.
Berdasarkan etiologis Sirosis Hati dapat dibagi menjadi Sirosis karena infeksi virus, Sirosis Alkoholik, Sirosis karena gangguan metabolik, Siroris Kolestasis, Obstruksi aliran vena hepatik, Sirosis karena gangguan imunologis, Sirosis karena toksik dan obat , Sirosis karena malnutrisi, Sirosis Kriptogenik.
Penyebab Sirosis Hati

Banyak yang menjadi penyebab terjadinya Sirosis hati, penyebab yang paling sering ditemui adalah Hepatitis B dan Hepatitis C, alkohol dan lemak hati.
Hepatitis

Hepatitis B ,C, dan D dapat berkembang menjadi Sirosis. Bertahannya virus adalah penyebab utama berkembangnya Sirosis. Untuk berkembang dari hepatitis menjadi Sirosis, mungkin hanya membutuhkan beberapa bulan hingga 20-30 tahun.
Keracunan alkohol kronis

Di Negara Eropa dan Amerika, Sirosis Alkoholik mencapai 50%-90% dari total kasus Sirosis yang ada, siklus berkembangnya penyakit ini disebabkan oleh produk metabolism alcohol asetaldehida yang dapat merusak organ hati.
Perlemakan hati nonalkoholik

Ini adalah gejala awal berkembang menjadi sirosis yang paling sering dijumpai setelah hepatitis dan keracunan alkohol. Penyebab penyakit ini adalah sindrom metabolik, Jejunoileal bypass, obat-obatan, Nutrisi Parenteral total, malnutrisi dan lainnya.
Toksik kimia dan obat-obatan

Mengkonsumsi obat-obatan dalam jangka panjang atau kontak berulang dengan racun kimia seperti fosfor, arsenikum, karbon tetraklorida dan lainnya, dapat menimbulkan peradangan hati karena racun sehingga akhirnya berkembang menjadi Sirosis Hati.
Kolestatis secara berkepanjangan

Penyakit genetik dan metabolik

Sirosis hati yang ditimbulkan oleh faktor genetik dan metabollik dinamakan Sirosis karena gangguan Metabolik.
Kemacetan pada organ hati

Gangguan Imunologis

Radang hati akibat gangguan imunologis juga dapat berkembang menjadi Sirosis Hati.
Sirosis Kriptogenik

Sirosis Kriptogenik bukanlah jenis sirosis yang spesifik melainkan karena riwayat penyakit yang tidak jelas, gejala penyakit yang tidak spesifik sehingga sulit untuk didiagnosa. Sirosis hati yang tidak bisa diketahui penyebabnya mencapai 5-10% dari kasus Sirosis yang ada.
Kemungkinan penyebab lainnya adalah malnutrisi, Schistosomiasis, granoluma hepatik, infeksi dan lainnya.
Penderita Sirosis berkemungkinan untuk menderita kanker hati. Penderita seharusnya melakukan pemeriksaan sejak awal. Melakukan deteksi dini dan pengobatan dini, sehingga tidak berkembang menjadi Sirosis Hati atau Kanker Hati.
*Informasi kasus pasien hanya untuk referensi, setiap kondisi pasien masing-masing berbeda dan hasil pengobatanpun tidak akan sama. Kalau Anda ingin mengetahui lebih banyak informasi mengenai stem sel,silahkan menghubungi dokter ahli kami.

%d blogger menyukai ini: